Langsung ke konten utama

Postingan

Though Things : Individual

Hallo ! Though Things pada malam hari ini adalah tentang individualis atau selfish atau egois. Ya, semacam itu. Jujur, dari perasaan hati yang terdalam aku merasa semakin dewasa, aku merasa semakin individual. Dont know why, i could'n compare with anyone else, yaaa karena tiap orang beda-beda metamorfosanya. Yaaa mungkin juga karena aku seorang "introvert" bisa jadi. Semacam itu, tapi selfish disini bukan yang dalam arti "tidak peduli" atau "bodo amat" tapi lebih ke waktu untuk sendiri. Menikmati waktu dengan diri sendiri menjadi kesempatan yang sangat sangat dibutuhkan. Untukku, aku sangat perlu untuk meluangkan waktu untuk diriku sendiri. Untuk melakukan hal-hal yang aku suka, untuk menyalurkan apa yang aku pikirin, pendapat aku tentang sesuatu, bukan lagi waktu untuk mendengarkan opini orang, menuruti kemauan orang, mengesampingkan ego pribadi diatas ego orang lain. Yap! exactly like this I sure.  Semakin dewasa, dunia memberikan kesempat...
Postingan terbaru

Fatimah Az-Zahra dan Rasa Malunya

Kisah-kisah dari Rasulullah SAW dan orang-orang terdekatnya selalu menarik untuk aku ketahui. Betapa mulianya beliau, hingga aku, umatnya setelah 14 abad kenabiannyapun masih dapat merasakan sifat-sifat yang begitu mulia. Hingga aku suka meneteskan air mata pada saat mendengar, membaca ataupun melihat video yang sedang mengisahkan kehidupan Rasulullah SAW. . Kali ini, kisahnya datang dari putri yang amat dicintainya yaitu Fatimah Az-Zahra. Kelak, beliau adalah pemimpin-pemimpin perempuan di syurga bersama ibundanya Khadijah, istri firaun yaitu Siti Asiyah dan Maryam. Keempat wanita tersebut adalah ahli syurga. Fatimah sapaan akrabnya....begitu dekat hubungannya dengan Rasulullah SAW. Suatu waktu, ia mendapatkan kabar paling bahagia langsung dari Rasulullah SAW bahwa ia kelak adalah ahli syurga. Hal tersebut disampaikannya kepada Fatimah dan begitu bahagianya hati Fatimah. Fatimah begitu setia dan sabar mendampingi ayahnya dalam perjuangan Islam. Dan dari Fatimahlah seharusnya kita ...

Gajah di Pelupuk Mata Tak Nampak, Semut di Sebrang Lautan Nampak

satu lagi, peribahasa yang memiliki makna dalam buat aku..kenapa? ya seringnya begitu, apa-apa yang dideket kita suka tidak nampak, sedangkan kalo liat orang lain hal sekecil apapun keliatan dan sering kali membuat rasa "iri". betul tidak? . mungkin fitrahnya manusia memang begini, maka dari challengenya adalah untuk selalu mensyukuri apa-apa yang kita punya dan apa-apa yang belum kita punya. ditambah lagi, di fase quarter life crisis ini yakan...tentang finansial, tentang pekerjaan dan karir, tentang merriage, tentang keluarga dan tentang gaya hidup. . alhamdulillah masih bisa tahan nafsu, kontrol diri untuk tidak beli hal-hal yang tidak urgent. Kalo ditanya ingin apa tidak ya tentu, pinginnya ini itu, pinginnya banyak, namanya juga perempuan yakan...tapi pasti kalo habis hambur-hamburin uang nyesel, kenapa uangnya ga disimpen aja atau dialokasiin buat hal yang berfaedah. . bener kata bapak dulu, mau penghasilan sebesar apapun kalo ga bersyukur pasti rasanya kurang dan...

People Come And Go

Hello! ... For the time, i am here again he he he, kabarku baik, semoga kabar kalian semua yang membaca ini juga baik. Ternyata udah 3 bulan lebih aku gapernah buka blog ini sama sekali. Tapi, kesempatan tersebut tidak pernah membuat nyaliku menciut untuk menulis. . Akhir-akhir ini, aku banyak bertemu "orang baru" dalam kehidupanku, dari lintas usia tentunya. Ada laki-laki ada perempuan, ada yang sebaya ada yang sudah berkeluarga. Ada yang berjumpa sampai dengan sekarang ada yang berdurasi kurang dari 3 bulan. Terimakasih hidup! . Menggambarkan banyak sekali orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupanku mengingatkan kepadaku bahwa sejatinya aku hidup didunia ini adalah "sendiri", aku lahir sebagai bayi sendirian dan aku akan mengalami kematian juga sendirian. Maka, aku sangat setuju bahwa sejatinya manusia adalah individu yang sendirian. Apapun yang mereka temui, apapun yang mereka miliki, pada akhirnya mereka akan sendirian. . Teman-temanku silih berg...

Quarter Life Crisis

quarter life crisis . pernah denger kata-kata gahul ini gak? wkwk, gak gahul sih yaa normal normal aja. . pertama kali denger ini dari bukunya kak @kurniawangunadi dkk yang berjudul "Bertumbuh" bagus sih, banget. Dan bener bener lagi merasakan apa itu quarter life crisis. . udah lamaaaaa banget vakum dari dunia per-analisis-an, maklum orangnya apa apa bisa jadi bahan analisis. Nah, pada bulan desember habis disentil bukan deng tapi lebih diingetin sama apa itu quarter life crisis yang sebenarnya. . malam itu, aku diberi suatu postingan dari teman saya yang sedang membahas qlc itu. yang aku ingat banget perumpamaannya itu gini, ketika aku dan banyak temenku samasama mau berpergian dari Bandung-Bali misalnya, kita semua bebas mau pake cara apa untuk sampai ke tujuan kita. Tergantung mau pilih segi ekonomi, segi kenyamanan, segi waktu, atau pertimbangan lain. temen-temen yang pingin ngirit tentu mau naik transport umum yang murah aja, bis misalnya. Nah yang pengen cep...

Mata Uang Dinar dan Dirham

Pada zaman dahulu, mata uang yang digunakan sebagai alat jual beli setelah sistem barter terupdate adalah dinar dan dirham. Yup, pada zaman itu mata uang yang berlaku adalah kepingan logam perak dan emas yaitu dinar dan dirham. . Sedikit flashback, saya sendiri terinspirasi untuk mencari tahu "dinar dan dirham" dari bulan lalu, saat saya menghadiri pernikahan temanku lalu kita berdiskusi mengenai ini. Ingin tahu lebih lanjut kemudian saya mencari tahu sendiri dan saya menemukan sebuah titik pembahasan penting. . Dari video Ust. Zulkifli Ali yang membahas mengenai kiamat atau akhir zaman, beliau berpesan untuk mulai menabung emas dan perak. Karena, pada akhir zaman nanti ketika semua teknologi sudah tidak berfungsi dan zaman ini kembali pada zaman terdahulu yang serba sederhana. Tidak ada lagi mobil, motor, mesin, handphone, internet, atm dll semuanya tidak ada. Semua kembali kepada kuda, bercocok tanam, beternak, dll. . Intinya, mata uang kertas yang berlaku sekarang se...

Sanang-Sinawang

dua kalimat yang sering terdengar, terbaca dan terlihat pada suara, buku, bacaan maupun postingan teman-teman. . sejatinya memang hidup kita yang menjalani, sedih, bahagia, susah, senang dan segala perasaan yang dirasa juga kita sendiri yang menjalani. aku rasa betul itu. . ketika memandang kehidupan orang lain memang rasanya seperti melihat keatas, selalu ada awan di atas awan yah, yaa itu memang kodratnya demikian. "rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, right?" dan peribahasa lain. Melihat keluar, selalu bercampur perasaan ingin seperti A, ingin seperti B. Merasa kehidupan si A dan si B lebih baik dari kita. Padahal, belum tentu justru mungkin kita lebih beruntung. . Kadang-kadang iri, duh si A udah punya ini, si B udah itu aku sendiri tidak punya atau belum punya. Tapi sebenernya bukannya disitu sebenarnya letak bersyukur itu? Mensyukuri nikmat dan karunia yang ada, gapapa aku belum punya kaya A, berarti aku harus nabung biar beli kaya A, terus aku jadi r...