Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

reminder.

Dibilangin sama bapak malam malam waktu pulang kerumah karena eyang kakung meninggal :" dibela-bela-in yang lagi pusing sama Tugas Akhir :( isinya nangis sedih everytime karena sayang sekali sama eyang kakung tapi harus balik lagi ke Bandung untuk menyelesaikan TA. katanya "urip neng jaman saiki iku mau uang sepira-pira kurang, mau gajimu gede kurang, mau gajimu cilik apa meneh pasti kurang, gakusah lah kamu mburu gaji gede gede nek tujuanmu wae elek, dadi menungsa kuwi sing akeh syukur, due sepira-pira mbok ya disyukuri merga ya kuwi....gaji gede nek gak ono syukure ya ra krasa bar-ber sedela bae entong rak eneng bekase, mending gaji setithik tapi dikeni-keni, ditabung kan ana bekase" ya emang bener sih, punya uang banyak kalo ga bersyukur pasti rasanya akan selalu kurang dan tidak akan tenang karena tidak bersyukur. mau punya uang sedikit kalo apa-apanya disyukuri rasanya pasti berkah. " banyak-banyak bersyukur aja mau punya banyak mau punya sedikit, mau b...

Hujan Bulan Juni

Terinspirasi dari puisi karya Supardi Djoko Damono Aku dan kamu mirip sekali dengan metafora hujan di bulan Juni. Harusnya tidak ada hujan di bulan Juni. Bagaimana bisa? mungkin aku dan kamu orang yang sama-sama keras kepala. Bukankah sudah seharusnya aku dan kamu belajar untuk saling melepaskan? Kamu memulai semua ini dengan rumit, pun kamu yang mengakhiri semua ini dengan rumit, lalu mengapa kamu masih saja menyalahkan orang lain atas hal ini? Memang tidak bisa, mengapa harus dipaksa? Merenung, memikirkan siapa yang bersalah dan sepertinya salah cerita. Aku akan menemukan dia yang selalu ada untukku di setiap waktu. Dia yang mau menerimaku dan menjadikan aku teman hidupnya. Memang belum, tapi suatu saat nanti aku akan menemukan. Kamu yang sudah kembali, namun bukan kepadaku, selamat semoga bahagia. Apa yang lebih indah dari saling melepaskan? memang seharusnya tidak ada hujan di bulan Juni tapi mengapa hujan di bulan Juni membuatku kagum. Bagaimana tidak, matahari yang be...

Takut

Rasanya tidak tenang, seperti perasaan bersalah tapi tidak tahu kepada siapa. Mengerjakan sesuatu dengan hati setengah, setengahnya lagi kepikiran ini dan itu. Ingin sekali fokus, rasanya sulit sekali. Apa iya iman aku sedang kurang? Rasanya takut, takut jauh dari Tuhan, takut takabur dan kurang bersyukur. Kadang aku bingung sendiri, rasanya seharian useless hm sering rasanya padahal menargetkan diri untuk produktif. Lalu aku melihat diri ini dan berkata seakan semua baik-baik saja "gapapa reni gapapa, yang penting bahagia". Iya, gara gara tidak mau sedih jadi sedang berusaha sekuat tenaga membuat diri sendiri happy sepanjang hari apapun kondisinya. Kenapa perasaan takut itu masih saja membuntuti pikiranku kemana-mana, membuat mimpiku akhir-akhir ini menjadi sering aneh-aneh. Merasa sangat mudah sekali digoda oleh setan. Ya Allah, lindungi aku, aku takut :( Kembalikan aku pada keadaan dekat denganmu Ya Rabb, aku rindu sekali. Meskipun aku merasakan sedih, aku akan lupa...