Langsung ke konten utama

Quarter Life Crisis

quarter life crisis
.
pernah denger kata-kata gahul ini gak?
wkwk, gak gahul sih yaa normal normal aja.
.
pertama kali denger ini dari bukunya kak @kurniawangunadi dkk yang berjudul "Bertumbuh" bagus sih, banget. Dan bener bener lagi merasakan apa itu quarter life crisis.
.
udah lamaaaaa banget vakum dari dunia per-analisis-an, maklum orangnya apa apa bisa jadi bahan analisis. Nah, pada bulan desember habis disentil bukan deng tapi lebih diingetin sama apa itu quarter life crisis yang sebenarnya.
.
malam itu, aku diberi suatu postingan dari teman saya yang sedang membahas qlc itu. yang aku ingat banget perumpamaannya itu gini, ketika aku dan banyak temenku samasama mau berpergian dari Bandung-Bali misalnya, kita semua bebas mau pake cara apa untuk sampai ke tujuan kita. Tergantung mau pilih segi ekonomi, segi kenyamanan, segi waktu, atau pertimbangan lain. temen-temen yang pingin ngirit tentu mau naik transport umum yang murah aja, bis misalnya. Nah yang pengen cepet sampe pilih pesawat. Yang barang-barangnya banyak misalnya mau bawa mobil sendiri aja. Sampe sini aku nangkep bahwa untuk dapetin tujuan kita, jalan kita ga harus sama kaya temen kita. Semuanya gak harus sama.
.
dari sini, kaya keputusan manusia manusia qlc jaman now
1. mau nikah kapan
2. nikah dulu atau karir dulu
3. mau kerja pns, bumn atau swasta
4. uangnya mau ditabung atau liburan dulu
.
yang menurut aku semuanya sah-sah aja, asal bertanggung jawab pada pilihannya. Misal pilih nikah dulu, ya bener-bener pernikahannya akan dijaga, yang menjadikannya semakin semangat ngerjar karir misalnya atau mau fokus karir dulu, ya harus bisa tahan diri, hindari maksiat, berpuasa dan fokus sama karir.
.
semuanya ga ada yang salah, semuanya punya porsi masing-masing.
.
yang mau aku tekankan disini adalah untuk orang-orangnya yang gapunya tujuan. Jadi mereka gatau mau kemana, temennya naik bis ikutan naik bis, temennya naik pesawat ikut naik pesawat tapi ga tau tujuannya apa. Simplenya, mereka kayak kebawa arus gitu. Contoh yang lagi aku alamin ya ini cari kerja, asal daftar, gara gara ikut ikutan temen. Padahal kan tujuan kita sama temen kita beda, lain. Misalnya aku pengen s2 tp mau kerja dulu, kerja di suatu tempat yang keilmuan aku sama sekali ga digunakan, hanya karena daftar ikut ikutan temen. Itu sih yang sayang banget.
.
dan jadi mikir sampe situ, bener juga yaaaa mulai sekarang harus bener bener tau, aku pinginnya apa, visi hidup aku apa, visi karir aku apa, trus bikin misi-misi pendukung lainnya. makasiii kaaaak sudah diingatkan, bener bener postingan faedah sepanjang masa.
.
Jangan sampe hidup aku sia-sia dan jadi menyesali apa yang dulu aku lakukan hanya karena ikut-ikutan temen. 
.
Jazakumullah khairan katsiron semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KisahZainab

Terinspirasi dari kisah Zainab putri sulung Rasulullah SAW... "Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku. Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya. Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang di...

People Come And Go

Hello! ... For the time, i am here again he he he, kabarku baik, semoga kabar kalian semua yang membaca ini juga baik. Ternyata udah 3 bulan lebih aku gapernah buka blog ini sama sekali. Tapi, kesempatan tersebut tidak pernah membuat nyaliku menciut untuk menulis. . Akhir-akhir ini, aku banyak bertemu "orang baru" dalam kehidupanku, dari lintas usia tentunya. Ada laki-laki ada perempuan, ada yang sebaya ada yang sudah berkeluarga. Ada yang berjumpa sampai dengan sekarang ada yang berdurasi kurang dari 3 bulan. Terimakasih hidup! . Menggambarkan banyak sekali orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupanku mengingatkan kepadaku bahwa sejatinya aku hidup didunia ini adalah "sendiri", aku lahir sebagai bayi sendirian dan aku akan mengalami kematian juga sendirian. Maka, aku sangat setuju bahwa sejatinya manusia adalah individu yang sendirian. Apapun yang mereka temui, apapun yang mereka miliki, pada akhirnya mereka akan sendirian. . Teman-temanku silih berg...

Takut

Rasanya tidak tenang, seperti perasaan bersalah tapi tidak tahu kepada siapa. Mengerjakan sesuatu dengan hati setengah, setengahnya lagi kepikiran ini dan itu. Ingin sekali fokus, rasanya sulit sekali. Apa iya iman aku sedang kurang? Rasanya takut, takut jauh dari Tuhan, takut takabur dan kurang bersyukur. Kadang aku bingung sendiri, rasanya seharian useless hm sering rasanya padahal menargetkan diri untuk produktif. Lalu aku melihat diri ini dan berkata seakan semua baik-baik saja "gapapa reni gapapa, yang penting bahagia". Iya, gara gara tidak mau sedih jadi sedang berusaha sekuat tenaga membuat diri sendiri happy sepanjang hari apapun kondisinya. Kenapa perasaan takut itu masih saja membuntuti pikiranku kemana-mana, membuat mimpiku akhir-akhir ini menjadi sering aneh-aneh. Merasa sangat mudah sekali digoda oleh setan. Ya Allah, lindungi aku, aku takut :( Kembalikan aku pada keadaan dekat denganmu Ya Rabb, aku rindu sekali. Meskipun aku merasakan sedih, aku akan lupa...