dua kalimat yang sering terdengar, terbaca dan terlihat pada suara, buku, bacaan maupun postingan teman-teman.
.
sejatinya memang hidup kita yang menjalani, sedih, bahagia, susah, senang dan segala perasaan yang dirasa juga kita sendiri yang menjalani. aku rasa betul itu.
.
ketika memandang kehidupan orang lain memang rasanya seperti melihat keatas, selalu ada awan di atas awan yah, yaa itu memang kodratnya demikian. "rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, right?" dan peribahasa lain. Melihat keluar, selalu bercampur perasaan ingin seperti A, ingin seperti B. Merasa kehidupan si A dan si B lebih baik dari kita. Padahal, belum tentu justru mungkin kita lebih beruntung.
.
Kadang-kadang iri, duh si A udah punya ini, si B udah itu aku sendiri tidak punya atau belum punya. Tapi sebenernya bukannya disitu sebenarnya letak bersyukur itu? Mensyukuri nikmat dan karunia yang ada, gapapa aku belum punya kaya A, berarti aku harus nabung biar beli kaya A, terus aku jadi rajin nabung. Bukankah ketika kita bersyukur maka Allah SWT akan menambahkan nikmat kepada kita???
.
Jadi kesimpulannya, gimanapun hidup harus terus disyukuri, orang hidup pasti sanang-sinawang, soalnya hidupnya barengan ga sendirian di Bumi.
.
Supaya jadi manusia itu banyak syukurnya.
.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
.
#30HariBercerita
#SelfReminder
#1
Komentar
Posting Komentar