satu lagi, peribahasa yang memiliki makna dalam buat aku..kenapa? ya seringnya begitu, apa-apa yang dideket kita suka tidak nampak, sedangkan kalo liat orang lain hal sekecil apapun keliatan dan sering kali membuat rasa "iri". betul tidak?
.
mungkin fitrahnya manusia memang begini, maka dari challengenya adalah untuk selalu mensyukuri apa-apa yang kita punya dan apa-apa yang belum kita punya. ditambah lagi, di fase quarter life crisis ini yakan...tentang finansial, tentang pekerjaan dan karir, tentang merriage, tentang keluarga dan tentang gaya hidup.
.
alhamdulillah masih bisa tahan nafsu, kontrol diri untuk tidak beli hal-hal yang tidak urgent. Kalo ditanya ingin apa tidak ya tentu, pinginnya ini itu, pinginnya banyak, namanya juga perempuan yakan...tapi pasti kalo habis hambur-hamburin uang nyesel, kenapa uangnya ga disimpen aja atau dialokasiin buat hal yang berfaedah.
.
bener kata bapak dulu, mau penghasilan sebesar apapun kalo ga bersyukur pasti rasanya kurang dan selalu kurang. Dan bener dong, kalo diperhatiin emang penyebab utamanya adalah gaya hidup. Orang kaya zaman now itu disaat penghasilan bertambah, gaya hidupnya juga ikutan naik ya jadi gimana mau saving kalo begitu wkwk. Makanya challengenya itu adalah tidak merubah gaya hidup, sederhana saja asal bisa makan 3x bisa beli kebutuhan primer, bisa ga bisa harus bisa.
.
So, yang harus dilakukan ngapain jadinya skrg? karena udah punya penghasilan sendiri, setiap sebelum gajian harus bikin draft RAPBN dulu istilahnya, biar ga kelewatan wkwk. Dan satu hal lagi yang aku yakini, gausah pelit-pelit sama orang tua, emang dulu ayahmu sama ibumu waktu mau beliin kamu susu pilih pilih? pasti kamu kan dikasih yang terbaik semuanya, bukan cuma susu aja bahkan...iya tidak? dan tentunya tidak boleh lupa untuk selalu berbagi kepada yang berhak 2.5% nya minimal.
.
Pada judul yang ini, pelajaran yang dapat aku petik adalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Allah baiiiiiiiiiiiiikkkkkk banget sama aku...Semoga masih diberi waktu yang cukup untuk membahagiakan bapak-ibu dan adik. aamiin.
.
*Diskusi Bersama Diri Sendiri*
.
mungkin fitrahnya manusia memang begini, maka dari challengenya adalah untuk selalu mensyukuri apa-apa yang kita punya dan apa-apa yang belum kita punya. ditambah lagi, di fase quarter life crisis ini yakan...tentang finansial, tentang pekerjaan dan karir, tentang merriage, tentang keluarga dan tentang gaya hidup.
.
alhamdulillah masih bisa tahan nafsu, kontrol diri untuk tidak beli hal-hal yang tidak urgent. Kalo ditanya ingin apa tidak ya tentu, pinginnya ini itu, pinginnya banyak, namanya juga perempuan yakan...tapi pasti kalo habis hambur-hamburin uang nyesel, kenapa uangnya ga disimpen aja atau dialokasiin buat hal yang berfaedah.
.
bener kata bapak dulu, mau penghasilan sebesar apapun kalo ga bersyukur pasti rasanya kurang dan selalu kurang. Dan bener dong, kalo diperhatiin emang penyebab utamanya adalah gaya hidup. Orang kaya zaman now itu disaat penghasilan bertambah, gaya hidupnya juga ikutan naik ya jadi gimana mau saving kalo begitu wkwk. Makanya challengenya itu adalah tidak merubah gaya hidup, sederhana saja asal bisa makan 3x bisa beli kebutuhan primer, bisa ga bisa harus bisa.
.
So, yang harus dilakukan ngapain jadinya skrg? karena udah punya penghasilan sendiri, setiap sebelum gajian harus bikin draft RAPBN dulu istilahnya, biar ga kelewatan wkwk. Dan satu hal lagi yang aku yakini, gausah pelit-pelit sama orang tua, emang dulu ayahmu sama ibumu waktu mau beliin kamu susu pilih pilih? pasti kamu kan dikasih yang terbaik semuanya, bukan cuma susu aja bahkan...iya tidak? dan tentunya tidak boleh lupa untuk selalu berbagi kepada yang berhak 2.5% nya minimal.
.
Pada judul yang ini, pelajaran yang dapat aku petik adalah bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Allah baiiiiiiiiiiiiikkkkkk banget sama aku...Semoga masih diberi waktu yang cukup untuk membahagiakan bapak-ibu dan adik. aamiin.
.
*Diskusi Bersama Diri Sendiri*
Komentar
Posting Komentar