Terinspirasi dari kisah Zainab putri sulung Rasulullah SAW...
"Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku.
Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya.
Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang diluar kota, oleh karenanya Zainab memeluk islam terlebih dahulu. Disampaikanlah kepada suaminya, setelah suaminya pulang ke rumah tentang keislamannya dan mengajak suaminya untuk memeluk Islam juga. Namun, suaminya tidak mau dan bersikeras untuk tetap menjadi kafir. Zainab tidak marah dan tetap wafa' kepada suaminya hingga suatu hari terjadi perang Badar yang membuat hati Zainab cemas karena peperangan itu ia mempertanyakan kabar yang akan ia dapatkan, apakah ayahnya atau suaminya yang akan terbunuh dalam peperangan tersebut.
Singkat cerita, kaum muslimin menang dalam perang tersebut dan suami Zainab menjadi tawanan tentara kaum muslimin di Madinah. Ketika Zainab ingin membebaskan suaminya dengan membayar kalung peninggalan ibunya yang menempel didadanya, kemudian diketahui oleh Rasulullah SAW dan ternyata beliau menyampaikan kepada suami Zainab untuk menyerahkan putrinya kepadanya karena telah turun ayat bahwa laki-laki kafir hukumnya haram untuk perempuan muslim. Suami Zainab pulang dan menyampaikan hal tersebut kepada Zainab kemudian menyuruh Zainab pulang kerumah ayahnya di Madinah. Zainab yang sedang mengandung 4 bulan dengan berat hati meninggalkan suaminya di Makkah karena perintah Allah SWT, karena dia perempuan yang taat kepada Tuhannya.
Setelah itu, silih berganti laki-laki yang ingin menikahinya namun tidak ada yang Zainab terima. Zainab tinggal di Madinah bersama anak-anaknya. Setelah 6 tahun tidak bertemu, kemudian suami yang terpisahkan tersebut yang sudah tidak bertemu dengannya selama 6 tahun, mengetuk pintu rumahnya dan meminta perlindungan kepadanya karena dia sedang menjadi buronan tentara Islam di Madinah setelah semua barang dagangan yang ia bawa dari Makkah disita. Kemudian Zainab membantu dan berbicara dengan ayahnya, karena kebaikannya di masa lalu dan karena dia adalah keponakan Khadijah ia dibebaskan sebagai buronan dan diperbolehkan kembali ke Makkah.
Sesampainya di Makkah, ia menyatakan keislamannya didepan teman-temannya yang masih kafir dan ia akhirnya memeluk Islam, kembali kepada Zainab setelah 6 tahun terpisah. Rupanya, keduanya tidak bisa move on kepada yang lain. Allah yang memisahkan mereka 6 tahun yang lalu dan sekarang, Allah juga yang mengembalikan kebersamaan mereka. Setelah 1 tahun hidup bahagia di Madinah, Zainab meninggal dunia dan selang satu tahun setelahnya suaminya menyusulnya.
***lalu aku menangis terharu***
Tentu, ujian yang Zainab alami tidak mudah, dan tidak segampang seperti yang dibayangkan. Keduanya wafa', Keduanya dipisahkan dan disatukan kembali oleh Allah SWT. Pelajaran yang dapat diambil adalah selalu berpositif thinking kepada Allah SWT. Allah yang mengetahui waktu terbaik kapan dipisahkan dan kapan disatukan dengan pasangan dan alasan dibalik itu, semua itu pasti untuk kebaikan dan pembelajaran supaya menjadi hamba yang berusaha, berpositif thinking, ujian wafa', bersyukur dan untuk meningkatkan iman.
"Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku.
Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya.
Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang diluar kota, oleh karenanya Zainab memeluk islam terlebih dahulu. Disampaikanlah kepada suaminya, setelah suaminya pulang ke rumah tentang keislamannya dan mengajak suaminya untuk memeluk Islam juga. Namun, suaminya tidak mau dan bersikeras untuk tetap menjadi kafir. Zainab tidak marah dan tetap wafa' kepada suaminya hingga suatu hari terjadi perang Badar yang membuat hati Zainab cemas karena peperangan itu ia mempertanyakan kabar yang akan ia dapatkan, apakah ayahnya atau suaminya yang akan terbunuh dalam peperangan tersebut.
Singkat cerita, kaum muslimin menang dalam perang tersebut dan suami Zainab menjadi tawanan tentara kaum muslimin di Madinah. Ketika Zainab ingin membebaskan suaminya dengan membayar kalung peninggalan ibunya yang menempel didadanya, kemudian diketahui oleh Rasulullah SAW dan ternyata beliau menyampaikan kepada suami Zainab untuk menyerahkan putrinya kepadanya karena telah turun ayat bahwa laki-laki kafir hukumnya haram untuk perempuan muslim. Suami Zainab pulang dan menyampaikan hal tersebut kepada Zainab kemudian menyuruh Zainab pulang kerumah ayahnya di Madinah. Zainab yang sedang mengandung 4 bulan dengan berat hati meninggalkan suaminya di Makkah karena perintah Allah SWT, karena dia perempuan yang taat kepada Tuhannya.
Setelah itu, silih berganti laki-laki yang ingin menikahinya namun tidak ada yang Zainab terima. Zainab tinggal di Madinah bersama anak-anaknya. Setelah 6 tahun tidak bertemu, kemudian suami yang terpisahkan tersebut yang sudah tidak bertemu dengannya selama 6 tahun, mengetuk pintu rumahnya dan meminta perlindungan kepadanya karena dia sedang menjadi buronan tentara Islam di Madinah setelah semua barang dagangan yang ia bawa dari Makkah disita. Kemudian Zainab membantu dan berbicara dengan ayahnya, karena kebaikannya di masa lalu dan karena dia adalah keponakan Khadijah ia dibebaskan sebagai buronan dan diperbolehkan kembali ke Makkah.
Sesampainya di Makkah, ia menyatakan keislamannya didepan teman-temannya yang masih kafir dan ia akhirnya memeluk Islam, kembali kepada Zainab setelah 6 tahun terpisah. Rupanya, keduanya tidak bisa move on kepada yang lain. Allah yang memisahkan mereka 6 tahun yang lalu dan sekarang, Allah juga yang mengembalikan kebersamaan mereka. Setelah 1 tahun hidup bahagia di Madinah, Zainab meninggal dunia dan selang satu tahun setelahnya suaminya menyusulnya.
***lalu aku menangis terharu***
Tentu, ujian yang Zainab alami tidak mudah, dan tidak segampang seperti yang dibayangkan. Keduanya wafa', Keduanya dipisahkan dan disatukan kembali oleh Allah SWT. Pelajaran yang dapat diambil adalah selalu berpositif thinking kepada Allah SWT. Allah yang mengetahui waktu terbaik kapan dipisahkan dan kapan disatukan dengan pasangan dan alasan dibalik itu, semua itu pasti untuk kebaikan dan pembelajaran supaya menjadi hamba yang berusaha, berpositif thinking, ujian wafa', bersyukur dan untuk meningkatkan iman.
Komentar
Posting Komentar