Terinspirasi dari puisi karya Supardi Djoko Damono
Aku dan kamu mirip sekali dengan metafora hujan di bulan Juni. Harusnya tidak ada hujan di bulan Juni. Bagaimana bisa? mungkin aku dan kamu orang yang sama-sama keras kepala. Bukankah sudah seharusnya aku dan kamu belajar untuk saling melepaskan?
Kamu memulai semua ini dengan rumit, pun kamu yang mengakhiri semua ini dengan rumit, lalu mengapa kamu masih saja menyalahkan orang lain atas hal ini? Memang tidak bisa, mengapa harus dipaksa?
Merenung, memikirkan siapa yang bersalah dan sepertinya salah cerita.
Aku akan menemukan dia yang selalu ada untukku di setiap waktu. Dia yang mau menerimaku dan menjadikan aku teman hidupnya. Memang belum, tapi suatu saat nanti aku akan menemukan.
Kamu yang sudah kembali, namun bukan kepadaku, selamat semoga bahagia.
Apa yang lebih indah dari saling melepaskan? memang seharusnya tidak ada hujan di bulan Juni tapi mengapa hujan di bulan Juni membuatku kagum. Bagaimana tidak, matahari yang berada di belahan bumi utara yang membuat tekanan udara di bumi bagian selatan menjadi lebih tinggi sehingga angin bertiup dari selatan ke utara membawa udara panas dari daratan Austalia membuat hujan di Indonesia? Ah, mungkin aku sedang berada di belahan bumi yang lain makanya aku bisa melihat hujan di bulan Juni.
Aku dan kamu mirip sekali dengan metafora hujan di bulan Juni. Harusnya tidak ada hujan di bulan Juni. Bagaimana bisa? mungkin aku dan kamu orang yang sama-sama keras kepala. Bukankah sudah seharusnya aku dan kamu belajar untuk saling melepaskan?
Kamu memulai semua ini dengan rumit, pun kamu yang mengakhiri semua ini dengan rumit, lalu mengapa kamu masih saja menyalahkan orang lain atas hal ini? Memang tidak bisa, mengapa harus dipaksa?
Merenung, memikirkan siapa yang bersalah dan sepertinya salah cerita.
Aku akan menemukan dia yang selalu ada untukku di setiap waktu. Dia yang mau menerimaku dan menjadikan aku teman hidupnya. Memang belum, tapi suatu saat nanti aku akan menemukan.
Kamu yang sudah kembali, namun bukan kepadaku, selamat semoga bahagia.
Apa yang lebih indah dari saling melepaskan? memang seharusnya tidak ada hujan di bulan Juni tapi mengapa hujan di bulan Juni membuatku kagum. Bagaimana tidak, matahari yang berada di belahan bumi utara yang membuat tekanan udara di bumi bagian selatan menjadi lebih tinggi sehingga angin bertiup dari selatan ke utara membawa udara panas dari daratan Austalia membuat hujan di Indonesia? Ah, mungkin aku sedang berada di belahan bumi yang lain makanya aku bisa melihat hujan di bulan Juni.
"Hujan di Bulan Juni"
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapuskannya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Seromantis itu........
Komentar
Posting Komentar