Langsung ke konten utama

Yakin.... Selalu Yakin Aja

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui" (QS. Al-Baqarah : 216)

Ayat diatas selalu menjadi pengingat dikala doa-doa yang aku panjatkan setiap harinya belum juga dikabulkan oleh sang Maha Berkuasa. Iyaa, banyak sekali doa-doa yang belum dikabulkan dan ingin sekali Allah untuk kabulkan permohonan-permohonanku sampai sampai sebenarnya aku malu karena setiap hari meminta ini dan itu yang banyak sekali dan selalu menyebutkannya berulang-ulang, anaknya keras kepala soalnya dan sangat over positive thinking jadi aja berdoanya terus-terusan dan akan selalu begitu. Entah, aku selalu yakin Allah SWT akan mengabulkan semua doa-doaku, tapi nyatanya tidak. Memang ada doa-doa yang tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT karena bisa jadi doanya mengandung keburukan atau bisa jadi doa-doa tersebut akan menjadi penolongku di akhirat, jadi Allah SWT tidak memberiku di dunia melainkan di akhirat kelak.

Kali ini bukan untuk yang pertama kalinya doanya belum juga dikabulkan, tapi aku masih saja merasa sedih bahkan sangat sedih. Merasa menjadi hari-hariku setiap hari adalah introspeksi diri, meminta maaf kesana kemari karena aku merasa ada yang mengganjal dalam hati, mungkin aku memiliki salah yang tidak aku sadari kepada manusia sehingga hal tersebut menghambat untuk dikabulkannya sebuah doa merasa begitu dipersulitnya segala urusan-urusanku ini. Malam itu aku hanya bisa menangis sesenggukan dan teramat cemas. Aku takut Allah tidak menyayangiku lagi...sangat takut.

Dahulu, aku pernah berharap kepada manusia dan aku dikecewakan. Kemarin, aku pun kembali pernah berharap kepada manusia dan aku dikecewakan kembali. Yaa Allah, janjimu selalu benar. Tidak boleh berharap kepada siapapun kecuali Engkau. Kemarin aku salah, aku keliru dan sempat akan percaya. Menyalahkan diri sendiri untuk semuanya, dikecewakan oleh manusia kembali untuk kesekian kalinya hingga aku lelah untuk percaya lagi. Yaaaa masih heran masih bisa ber-positive thinking dalam keadaan seperti ini juga. Karena bisa jadi ini adalah suatu jalan Allah akan mempertemukan aku dengan orang lain dengan cara yang baik, dengan cara yang Allah sukai sehingga ia menjagaku dengan cara yang seperti ini.

Cuma sedih banget kalo dinyinyirin orang orang huhu kenapa gitu mereka kurang kerjaan banget, ngapain yakan ngurusin hidup aku, hidup mereka udah keurus gitu? yakan? Mereka mungkin ga sadar kalo apa yang keluar dari mulut mereka itu sedikit atau bahkan banyak menyinggung aku gitu. Ya itusih cuma suka sedih kalo udah diomong masalah itu, padahal yang diomongin belum tentu bener gitu. Berasa tau semuanya tentang hidup aku aja, padahal juga cuma tau kulitnya aku aja. Yakalopun bener juga biar apa, sedih. Hidup aku ya padahal gini gini aja, menarik bagiku tapi bagi netizen kan engga, yakan? kenal aja engga, udah rasanya kaya terdakwa.

Kembali lagi tentang doa, Allah selalu tahu yang terbaik, mana doa yang akan terjadi, ditunda atau bahkan tidak diterima. Manusia mah berusaha, berdoa, bertawakkal lalu bersyukur terlepas dikabulkan atau tidaknya sebuah doa. Doaku yang kemarin masih dikeep sama Allah SWT, positive thinkingnya Allah sudah menyiapkan rencana yang indah untuk aku, aku yakin InsyaAllah jika aku sabar akan ada kado besar untukku. Sehingga aku harus lebih bersabar dan harus melewati semua ujian-ujian ini dengan hati yang besar.

Mungkin aku sangat menyukai sesuatu, tapi belum juga dikabulkan, malah dijauhkan. Tapi tidak sampai disitu, aku berdoa lagi dan lagi meskipun dijauhkan. Aku berdoa supaya berjodoh. Allah...aku berserah atas segala sesuatu.

"Allah mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KisahZainab

Terinspirasi dari kisah Zainab putri sulung Rasulullah SAW... "Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku. Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya. Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang di...

People Come And Go

Hello! ... For the time, i am here again he he he, kabarku baik, semoga kabar kalian semua yang membaca ini juga baik. Ternyata udah 3 bulan lebih aku gapernah buka blog ini sama sekali. Tapi, kesempatan tersebut tidak pernah membuat nyaliku menciut untuk menulis. . Akhir-akhir ini, aku banyak bertemu "orang baru" dalam kehidupanku, dari lintas usia tentunya. Ada laki-laki ada perempuan, ada yang sebaya ada yang sudah berkeluarga. Ada yang berjumpa sampai dengan sekarang ada yang berdurasi kurang dari 3 bulan. Terimakasih hidup! . Menggambarkan banyak sekali orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupanku mengingatkan kepadaku bahwa sejatinya aku hidup didunia ini adalah "sendiri", aku lahir sebagai bayi sendirian dan aku akan mengalami kematian juga sendirian. Maka, aku sangat setuju bahwa sejatinya manusia adalah individu yang sendirian. Apapun yang mereka temui, apapun yang mereka miliki, pada akhirnya mereka akan sendirian. . Teman-temanku silih berg...

Takut

Rasanya tidak tenang, seperti perasaan bersalah tapi tidak tahu kepada siapa. Mengerjakan sesuatu dengan hati setengah, setengahnya lagi kepikiran ini dan itu. Ingin sekali fokus, rasanya sulit sekali. Apa iya iman aku sedang kurang? Rasanya takut, takut jauh dari Tuhan, takut takabur dan kurang bersyukur. Kadang aku bingung sendiri, rasanya seharian useless hm sering rasanya padahal menargetkan diri untuk produktif. Lalu aku melihat diri ini dan berkata seakan semua baik-baik saja "gapapa reni gapapa, yang penting bahagia". Iya, gara gara tidak mau sedih jadi sedang berusaha sekuat tenaga membuat diri sendiri happy sepanjang hari apapun kondisinya. Kenapa perasaan takut itu masih saja membuntuti pikiranku kemana-mana, membuat mimpiku akhir-akhir ini menjadi sering aneh-aneh. Merasa sangat mudah sekali digoda oleh setan. Ya Allah, lindungi aku, aku takut :( Kembalikan aku pada keadaan dekat denganmu Ya Rabb, aku rindu sekali. Meskipun aku merasakan sedih, aku akan lupa...