Langsung ke konten utama

Laut dan Aku

Menjadi mahasiswi jurusan Oseanografi selama 3.5 tahun menuju 4.0 tahun adalah salah satu hal yang aku syukuri selain nikmat sehat dan waktu luang selama ini. Bagi kalian yang masih bertanya tanya, masih belum tau Oseanografi itu apa? singkatnya, Oseanografi adalah ilmu yang belajar mengenai laut beserta dengan sifat sifat dari laut itu. Coba aja cari di google ilmu Oseanografi itu apa pasti sudah banyak yang membahas sebelumnya.

Awalnya merasa terjerumus ke dalam jurusan ini, merasa tidak cocok karena ternyata waktu udah masuk dan kuliah disini mata kuliahnya susah susah juga tapi dijalani, diusahakan, diupayakan, diperjuangkan semaksimal mungkin, sebisa bisanya. Dari IP pertama 2,35 sampai 3,XX tidak menyangka reni udah sejauh ini dengan ose. Dari gapunya temen di ITB sampai susah buat ngilang dari peradaban karena temen temen yang bikin pengen ke kampus setiap hari.

Bersyukur diberikan jalan seperti ini, merasa Tuhan baiknya minta ampun. Dari yang semester pertama isinya nangis nangis gajelas karena homesick setiap hari sampai sekarang yang udah di semester akhir, waktu berjalan sangat cepat. Bandung adalah saksi metamorfosa dari seorang aku berumur 18 tahun sampai 22 tahun, aku dengan segala perubahannya dan Bandung dengan segala penerimaannya, nuhun.

Masih ingat sekali dalam ingatanku ketika aku berdiri bersama dengan temanku malam itu, diatas pukul 21.00 malam didepan Labtek Biru, di Labtek VI dibawah lampu remang remang disudut selasar kami menangis didepan Danlap Osjur kami, merasa sangat sedih karena tidak bisa menjawab apa apa dan cuma bisa menangis sesenggukan. Merasa sangat lelah dengan oseanografi dan segala isinya, mohon maaf lebay sekali memang anaknya gampang nangis.

Kuliah lapangan survey oseanografi ke Bali selama 14 hari yang memaksaku untuk olahraga jam 4 pagi setiap hari, begadang jagain pasut, naik kapal sampai mabok di tengah laut, ujian snorkling di laut yang rasanya kaya mau mati, pengukuran garis pantai yang diulang sampe 4 kali, kejapung dan pengukurannya dan tentu masih banyak hal lagi didalamnya. Meskipun membuat aku hitam, cape fisik, mental dan pikiran tapi ternyata menyenangkan. Aku menyukai Oseanografi dan segala hal didalamnya.

Dengan menyelami lebih dalam, dengan bersabar lebih lama dan dengan berusaha menjadi teman untuknya aku menjadi menyukainya seiring waktu berlalu. Sederhana sekali bukan caraku untuk menyukai Oseanografi, sebuah bidang yang sudah dituliskan untuk aku dalami dan pelajari. Untuk menyukai sesuatu, tidak perlu dengan cara yang susah, semua bisa menjadi sederhana dan mudah, hanya bagaimana cara kita untuk menyikapinya. Hidup itu pilihan dan aku telah membuat keputusan besar dalam hidup saya 4 tahun yang lalu yaitu menjadi seorang Oseanografer yang tidak pernah aku lupakan.

"Untuk menyukai sesuatu, mulai dengan mengenal lebih jauh, bersabar lebih lama lagi dan berusaha lebih keras lagi secara kontinu"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KisahZainab

Terinspirasi dari kisah Zainab putri sulung Rasulullah SAW... "Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku. Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya. Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang di...

People Come And Go

Hello! ... For the time, i am here again he he he, kabarku baik, semoga kabar kalian semua yang membaca ini juga baik. Ternyata udah 3 bulan lebih aku gapernah buka blog ini sama sekali. Tapi, kesempatan tersebut tidak pernah membuat nyaliku menciut untuk menulis. . Akhir-akhir ini, aku banyak bertemu "orang baru" dalam kehidupanku, dari lintas usia tentunya. Ada laki-laki ada perempuan, ada yang sebaya ada yang sudah berkeluarga. Ada yang berjumpa sampai dengan sekarang ada yang berdurasi kurang dari 3 bulan. Terimakasih hidup! . Menggambarkan banyak sekali orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupanku mengingatkan kepadaku bahwa sejatinya aku hidup didunia ini adalah "sendiri", aku lahir sebagai bayi sendirian dan aku akan mengalami kematian juga sendirian. Maka, aku sangat setuju bahwa sejatinya manusia adalah individu yang sendirian. Apapun yang mereka temui, apapun yang mereka miliki, pada akhirnya mereka akan sendirian. . Teman-temanku silih berg...

Takut

Rasanya tidak tenang, seperti perasaan bersalah tapi tidak tahu kepada siapa. Mengerjakan sesuatu dengan hati setengah, setengahnya lagi kepikiran ini dan itu. Ingin sekali fokus, rasanya sulit sekali. Apa iya iman aku sedang kurang? Rasanya takut, takut jauh dari Tuhan, takut takabur dan kurang bersyukur. Kadang aku bingung sendiri, rasanya seharian useless hm sering rasanya padahal menargetkan diri untuk produktif. Lalu aku melihat diri ini dan berkata seakan semua baik-baik saja "gapapa reni gapapa, yang penting bahagia". Iya, gara gara tidak mau sedih jadi sedang berusaha sekuat tenaga membuat diri sendiri happy sepanjang hari apapun kondisinya. Kenapa perasaan takut itu masih saja membuntuti pikiranku kemana-mana, membuat mimpiku akhir-akhir ini menjadi sering aneh-aneh. Merasa sangat mudah sekali digoda oleh setan. Ya Allah, lindungi aku, aku takut :( Kembalikan aku pada keadaan dekat denganmu Ya Rabb, aku rindu sekali. Meskipun aku merasakan sedih, aku akan lupa...