Langsung ke konten utama

Berteman

Pada tulisan ini, aku mau beropini sedikit tentang berteman versi aku, mengenai bagaimana aku memandang suatu "pertemanan". Dan tentunya, pandangan ini akan lain dengan pandangan teman teman yang membaca artikel ini.

Definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tentang "teman" :
1. (n) kawan; sahabat;
2. (n) orang yang bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap);
3. (n) yang menjadi pelengkap (pasangan) atau yang dipakai (dimakan dan sebagainya) bersama-sama;
4. (n) cak saya (di beberapa daerah dipakai dalam bahasa sehari-hari);

Teman menurut aku adalah orang yang sering berinteraksi dengan kita, dalam suka maupun duka yang mengenal kita dengan baik dan sebaliknya. Bukan semua orang yang aku kenal adalah teman, karena belum tentu mereka berinteraksi denganku, ada dalam suka dan dukaku dan mereka belum tentu mengenalku dengan baik.

Teman yang baik adalah teman yang selalu mengingatkan dikala kita sedang lupa dengan hal hal yang seharusnya kita ingat, yang selalu menolong dikala kita sedang membutuhkan pertolongan, yang selalu menghibur memberikan keceriaan dikala kita sedang sedih. Sederhana sekali definisi teman yang baik itu, tidak perlu harus ini dan itu.

Kisah ini datang dari Khalifah Ali bin Abi Thalib, ada seseorang pada jamannya bertanya kepada beliau, kurang lebih seperti ini.

"Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu ?"
dan beliau menjawab dengan sangat cerdas "Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah"

Betapa tidak? tentu itu jawaban yang sangat bagus, ketika orang orang terlihat memiliki teman yang begitu banyak, kita tidak pernah tahu mungkin saja ada maksud seseorang mau berteman dengan kita, misalnya saja karena dia pintar, jadinya banyak yang mau berteman dengan dia. Atau mungkin karena dia terkenal jadi banyak yang ingin dekat dengan dia. Tapi, dalam keadaan susah misalnya aja dalam keadaan sakit atau tidak punya uang mungkin akan lebih sedikit yang mau berteman. Tidak akan aku bahas lebih lanjut lagi, mungkin sudah klise dan membosankan karena aku merasa itu hal yang biasa terjadi, orang berteman dalam lingkaran lingkaran yang terbagi karena misal sama sama kaya, jadinya yang kaya cuma mau temenan sama kaya aja, yaaaa klise udah sangat biasa.

Teman temanku tidak banyak, tapi aku punya teman. Aku tidak butuh banyak teman, cukup teman yang sedikit tapi mereka selalu ada terlebih dikala aku sedang sedih. Aku pun bukan orang yang disukai semua orang, akupun pasti dibenci oleh sebagian orang. Karena aku manusia, pasti aku pernah melakukan suatu kesalahan yang membuat orang lain membenciku. Atau karena mereka yang tidak suka kepadaku tidak memiliki apa yang aku miliki. Tidak apa apa, tidak perlu semua orang harus menyukai kita, yang penting tetap jadi orang baik yang selalu open ke siapa saja, yang selalu ceria dan berusaha untuk selalu ada untuk teman temanku dalam suka dan dukanya. 

Terimakasih teman teman yang sudah selalu ada untuk aku, yang menjadi kolektor harta karunku, yang menyaksikan aku dari merengek, menangis juga tertawa terbahak-bahak. Aku tidak akan lupa kepada siapa saja yang ada dalam dukaku karena mereka the real friends that I ever hadDari teman aku bisa belajar banyak, apapun aku bisa belajar darinya. Aku membayangkan hidup dengan tidak memiliki teman, pasti akan sangat membosankan.   

"Never explain yourself to anyone, because the one who likes you would not read it, and the one dislikes you wouldn't believe it"
-Ali bin Abi Thalib

Quote itu mengingatkan aku supaya aku gausah cape cape menjelaskan ke orang lain siapa aku, karena teman temanku tidak butuh itu dan orang yang gasuka aku tidak akan percaya hal itu. Guys, how happy I am to have you all.

"Teman yang baik adalah teman yang selalu mengingatkan dikala kita sedang lupa dengan hal hal yang seharusnya kita ingat, yang selalu menolong dikala kita sedang membutuhkan pertolongan, yang selalu menghibur memberikan keceriaan dikala kita sedang sedih"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KisahZainab

Terinspirasi dari kisah Zainab putri sulung Rasulullah SAW... "Bagaimana bisa Allah membiarkan hambanya yang taat tanpa diuji? " dalam benakku kalimat itu membekas sekali setelah aku meresapi kisah Zainab. Zainab yang diuji dengan ujian yang tidak ringan, mampu melewatinya dengan sangat keren menurutku. Apalagi jika aku yang mendapatkan ujian seperti itu, mungkin aku akan sangat marah sekali kepada hidupku. Bagaimana aku tidak kagum pada sosoknya yang memiliki paras cantik fisik dan hati. Zainab, wanita beruntung yang menikah dengan suaminya yang selalu ingin membahagiakan Zainab. Hidup bahagia dan menjadi pasangan yang diidam idamkan di kota Makkah. Rumah tangga mereka begitu harmonis, perselisihan, perbedaan pendapat dan hal kecil lainnya mudah sekali diatasi karena mereka berdua bersifat wafa' dan menjaga wafa' dalam rumah tangganya. Hingga ujian datang ketika Rasulullah diutus oleh Allah menjadi Rasul umat Islam. Kala itu, suaminya Zainab sedang berdagang di...

People Come And Go

Hello! ... For the time, i am here again he he he, kabarku baik, semoga kabar kalian semua yang membaca ini juga baik. Ternyata udah 3 bulan lebih aku gapernah buka blog ini sama sekali. Tapi, kesempatan tersebut tidak pernah membuat nyaliku menciut untuk menulis. . Akhir-akhir ini, aku banyak bertemu "orang baru" dalam kehidupanku, dari lintas usia tentunya. Ada laki-laki ada perempuan, ada yang sebaya ada yang sudah berkeluarga. Ada yang berjumpa sampai dengan sekarang ada yang berdurasi kurang dari 3 bulan. Terimakasih hidup! . Menggambarkan banyak sekali orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupanku mengingatkan kepadaku bahwa sejatinya aku hidup didunia ini adalah "sendiri", aku lahir sebagai bayi sendirian dan aku akan mengalami kematian juga sendirian. Maka, aku sangat setuju bahwa sejatinya manusia adalah individu yang sendirian. Apapun yang mereka temui, apapun yang mereka miliki, pada akhirnya mereka akan sendirian. . Teman-temanku silih berg...

Takut

Rasanya tidak tenang, seperti perasaan bersalah tapi tidak tahu kepada siapa. Mengerjakan sesuatu dengan hati setengah, setengahnya lagi kepikiran ini dan itu. Ingin sekali fokus, rasanya sulit sekali. Apa iya iman aku sedang kurang? Rasanya takut, takut jauh dari Tuhan, takut takabur dan kurang bersyukur. Kadang aku bingung sendiri, rasanya seharian useless hm sering rasanya padahal menargetkan diri untuk produktif. Lalu aku melihat diri ini dan berkata seakan semua baik-baik saja "gapapa reni gapapa, yang penting bahagia". Iya, gara gara tidak mau sedih jadi sedang berusaha sekuat tenaga membuat diri sendiri happy sepanjang hari apapun kondisinya. Kenapa perasaan takut itu masih saja membuntuti pikiranku kemana-mana, membuat mimpiku akhir-akhir ini menjadi sering aneh-aneh. Merasa sangat mudah sekali digoda oleh setan. Ya Allah, lindungi aku, aku takut :( Kembalikan aku pada keadaan dekat denganmu Ya Rabb, aku rindu sekali. Meskipun aku merasakan sedih, aku akan lupa...